Pejalanan 3 Hari di Jorong Sungai Data Nagari Harau Menuju Puncak Komoyan

Oleh : Pengelola_Dishut Pada : 2025-12-22 11:28:34 Dibaca : 46 Kali
Cover


Hari itu tanggal 3 Oktober 2025 kami berangkat menuju kegiatan yang diselanggarakan KKI Warsi di Nagari Harau. Kegiatannya bernama Youth Camp 2025. Kami berangkat pukul 17.30 dari rumah menuju lokasi kegiatan. Perjalanan dari rumah ke tempat kegiatan hari pertama disertai hujan. Dalam perjalanan motor yang saya kendarain juga mengalami bocor ban. Kami sampai di homestay tempat kegiatan hari pertama pukul 19.45. Setibanya di homestay kami lanjut untuk makan malam kemudian istirahat sebentar.
Pukul 20.00 kegiatan pada hari pertama di mulai. Kegiatan diawali dengan game lempar bola sambil musik berjalan. Dimana saat musiknya mati maka orang yang mendapatkan bola akan memperkenalkan dirinya nama, asal, kemudian apa yang membuat bahagia. Dalam game ini saya mendapat giliran memperkenalkan diri, dengan menyebutkan nama, asal, kemudian hal yang membuat bahagia saya adalah makan.
Kemudian kegiatan dilanjutkan dengan pemberian materi dari Wakil Direktur KKI Warsi yaitu Reinal. Reinal menyampaikan materi tentang peran muda dalam desa masing-masing. Kemudiam juga dibahas tentang salah satu buku yang ditulis Prabowo Subianto yaitu tentang paradoks di Indonesia. Pada materi paradoks Reinal menyampikan bahwa ada beberapa yang bertentangan di kehidupan warga indonesia salah satunya sumber daya alam melimpah akan tetapi masyarakat Indonesia sebagian besar banyak yang miskin. Materi selesai disampaikan pada pukul 23.00. Selanjutnya kami diarahkan untuk istirahat tidur. Karena sudah terlalu cape saya langsung tidur pada hari itu.
Tanggal 4 Oktober, saya bangun pagi lalu mandi selanjutnya sarapan pagi. Setelah sarapan pagi kami diarahkan untuk menuju lokasi kegiatan di hari kedua. Pada hari kedua kami diarahkan menuju Jorong Sungai Data Nagari Harau. Perjalanan kesana menggunakan mobil pick up untuk transportasinya. Selama perjalanan terlihat bukit-bikit yang menakjubkan yang memanjakan mata. Kami sampai di lokasi kegiatan pukul 09.00. Sesampainya disana ternyata mobil kami nyasar sampai ke lokasi kegiatan ketiga sehingga kami balek lagi ke lokasi pertama di rumah warga. Kami istirahat sejenak disana kemudian dilanjutkan ke musholla dekat sana untuk menerima materi dari KKI Warsi. Materi pertama disampaikan oleh Nabila. Nabila menanyakan potensi sumber daya alam dan budaya apa yang ada di desa masing-masing tapi sebelumnya kami dibagi ke dalam 6 kelompok. Saya tergabung ke dalam kelompok 6 yang beranggotakan Angga, Iin, Yuda, dan Rasyid. Kami berdiskusi untuk menuliskan potensi desa kami masing-masing lalu menuliskan ke dalam kertas plano. Setelah ditulis selanjutnya dipresentasikan, akan tetapi kelompok 6 tidak mendapat giliran presentasi.
Setelah presentasi, Nabila menjelaskan tentang 5W+1H. Setelah selesai menjelaskan materi, Nabila menugaskan untuk membuat pertanyaan menggunakan 5W+1H dari potensi yang dituliskan. Kami mendapat penugasan membuat pertanyaan menggunakan How. Setelah selesai membuat pertanyaannya kemudian diperesentasikan kembali, lalu kalau ada pertanyaan dari peserta kelompok lain juga dijelaskan kembali.
Selesai materi dari Nabila jam sudah menunjukan pukul 11.00. Kami melanjutkan kegiatan berikutnya yang bernama pagi di desa. Pada kegiatan ini kami ditugaskan untuk mewancarai kegiatan msyarakat Jorong Sungai Data. Saya mendapat bagian mewawancarai petani padi yang sedang kesawah di tempat kecil yang bernama Sawah Masojik. Petani yang saya wawancarai bernama Murniati dan Amir. Proses wawancara berlangsung sekitar 1,5 jam. Selesai wawancara jam sudah menunjukkan pukul 12.15. Selanjutnya kegiatan dilanjutkan dengan makan bersama. Pada saat makan bersama ada menu yang menarik buat saya yaitunya goreng daun jirak, makanan ini baru pertama saya jumpai. Rasanya juga enak dan ada rasa khasnya.
Setelah makan bersama selesai selanjutnya kami ditugaskan untuk mewawancarai Ketua LPHN Nagari Harau. Nama kegiatan ini adalah kato urang tuo. Selama proses wawancara Ketua LPHN Nagari Harau menjelaskan bagaimana perjuangannya untuk mendapatkan izin perhutanan sosial dari kementrian. Dia juga menjelaskan kondisi hutan dahulu dan sekarang yang jauh berbeda sekali. Proses wawancara selesai pada saat azan asar. Selanjutnya kami sholat asar dulu dan akan melanjutkan kegiatan ke lokasi yang ketiga.
Untuk menuju lokasi ketiga kami berjalan kaki ke tempat kemah yang bernama Bukik Surian. Perjalanan memakan waktu sekitar 30 menit. Sesampainya disana kami memasuki tenda yang disediakan dan istirahat sampai waktu makan malam. Setelah makan malam sudah sampai di lokasi, kami makan malam bersama. Lalu dilanjutkan dengan sholat isya. Setelah itu dilaksanakan pembukaan kegiatan perkemahan oleh Wali Nagari Harau. Dalam penyampaiannya Wali Nagari Harau menjelaskan tentang kondisi Bukik Surian tahun 2007 lalu. Pada saat itu Bukit Surian gundul karena illegal logging. Sehingga nya saat sekarang masih pada tahap pemulihan.
Setelah acara pembukaan selesai selanjutnya peserta diminta memberikan testimoni tentang lokasi perkemahan. Dalam menyampaikan testimoni saya dipilih sebagai salah satu perwakilan yang menyampaikan testimoni. Saya menyampikan tentang alamnya yang asri dan tempat sampah yang ada di setiap tenda sehingga memudahkan dalam memanajemen sampah. Selanjutkan kegiatan dilanjutkan dengan menceritakan proses wawancara yang telah dilakukan oleh setiap kelompok. Setelah selesai diceritakan ditanggapi oleh peserta lain. Tapi sebelum menceritakan harus terlebih dahulu menampilkan yel yel. Hmmm membuat kepala pusing memikirkan yel yel nya.
Setelah proses menceritakan wawancara yang dilakukan kegiatan ditutup pada malam itu dan dilanjutkan dengan tidur. Paginya saya bangun untuk sholat subuh kemudian selesai sholat subuh saya mengisi waktu dengan menulis berita dari hasil wawancara bersama Murniati dan Amir. Selanjutnya saya dan teman2 pergi bersih-bersih. Setelah selesai lalu kami sarapan. Selanjutnya bersiap-siap untuk melakukan pendakian Bukik Kamoyan. Proses pendakian berjalan selama 1,5 jam dengan track yang lumayan curam. Ketika pendakian saya melihat akamsi yang hanya menggunakan sendal jepit ke atas dan mereka naik dengan cepat. Di perjalanan saya juga menemukan telor ayam kampung. Saya sampai di Puncak Bukik Komoyan pukul 11.00. Sesampainya di puncak mata saya dimanjakan dengan pemandangan tiga gunung yang terlihat yaitu Sago, Marapi dan Singgalang. Tentu saja momen itu saya abadikan lewat foto.

Setelah puas berfoto di puncak kami turun lagi ke bawah. Perjalanan turun memakan waktu yang lebih sedikit sekitar setengah jam kami sudah sampai di perkemahan kembali. Sesampainya di perkemahan kami istirahat sejenak selanjutnya jalan ke rumah warga di titik kedatangan pertama ke Jorong Sungai Data sekaligus makan siang disana. Setelah makan siang selesai kami istirahat sejenak dan akan melanjutkan perjalanan untuk kembali ke homestay. Perjalanan kembali ke homestay memakan waktu setengah jam. Kami sampai pukul 15.15. Sesampainya di homestay saya istirahat sejenak sampai ketiduran. Setelah bangun saya mandi dan sholat Asar lalu membuat tugas diary dan berita pada saat di Sungai Data.